seleksi alam dan buatan


Seleksi alam dan seleksi buatan
1. Seleksi alam
Seleksi alam sebagai mekanisme evolusi adaptif
Seleksi alam adalah keberhasilan yang berbeda dalam reproduksi (kemampuan individu yang tidak sama untuk bertahan hidup dan bereproduksi)
Seleksi alam terjadi melalui suatu interaksi antara lingkungan dan keanekaragaman yang melekat diantara individu organism yang menyusun suatu populasi.
• Produk seleksi alam adalah adaptasi populasi organisme dengan lingkungannya. Produksi individu yang lebih banyak dibandingkan dengan yang didukung oleh lingkungan akan mengakibatkan adanya persingan untuk mempertahankan keberadaan individu dalam populasi tersebut, sehingga hanya sebahagian keturunan yang dapat bertahan hidup pada setiap generasi.
• Kelangsungan hidup dalam perjuangan untuk mempertahankan hidup tidak terjadi secara acak, tetapi bergantung sebagian pada susunan sifat yang terwarisi dari individu yang berthan hidup. Individu yang mewarisi sifat-sifat baik yang membuat individu-individu tersebut cocok dengan lingkungannya, besar kemungkinan akan menghasikan lebih banyak keturunan dibandingkan dengan individu yang kurang cocok sifat terhadap lingkungannya
• Kemampuan individu untuk bertahan hidup dan bereproduksi yang tidak sama ini akan mengakibatkan suatu perubahan secara bertahap dalam suatu populasi, dan sifat-sifat menguntungkan akan berakumulasi sepanjang generasi
Contoh produk seleksi alam (adaptasi evolusioner yang dibentuk oleh seleksi alam):
• Penyamaran (kamuflase)
Spesies belalang yang masih berkerabat memiliki beragam bentuk dan warna yang berkembang dalam lingkungan yang berbeda seperti: seekor belalang bunga di Malaysia dengan belalang Amerika Tengah yang mirip dengan daun hijau

2. Seleksi buatan (seleksi tiruan)
Dalam setiap generasi, factor lingkungan menyaring variasi yang dapat diwariskan, yang lebih menguntungkan suatu variasi tertentu atas variasi lain. Reproduksi differensial mengakibatkan sifat yang disukai menjadi diwakilkan secara tidak sebanding pada generasi berikutnya. Akan tetapi, dapatkah sesungguhnya seleksi menyebabkan perubahan mendasar dalam suatu populasi? Darwin menemukan bukti bahwa hal itu bias saja terjadi dalam seleksi tiruan (artificial selection), yaitu pemuliaan tumbuhan dan ternak yang dibudidayakan. Manusia telah memodifikasi spesies lain selama beberapa generasi dengan cara menyeleksi individu dengan sifat yang diinginkan sebagai induk dalam pembibitan. Seleksi buatan ini dapat melakukan perubahan dalam kurun waktu tang relatif singkat.

Contoh seleksi buatan :
Semua sayuran ini memiliki nenek moyang yang sama berupa satu spesies mostar liar. Dengan menyeleksi bagian-bagian berbeda dari tumbuahan itu untuk lebih menonjol, para pemula telah mendapatkan hasil-hasil yang sangat beragam.

Tentang kanenagami

tak ad gading yang t' retak...t' ada manusia yang sempurna..bgitu juga diri ini yang sangat jauh dari titik kesempurnaan.....
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to seleksi alam dan buatan

  1. kanenagami says:

    smoga bermnfaat……

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s